Kamis, 04 Juni 2015





 Memandikan bayi adalah membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh bayi. Tujuan memandikan bayi :
1.       Memberikan rasa nyaman.
2.      Memperlancar sirkulasi darah     
3.      Mencegah infeksi
4.      Meningkatkan daya tahan tubuh     
5.      Menjaga dan merawat integritas kulit

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika memandikan bayi :
1.   Jaga bayi agar tidak kedinginan     
2.   Bila mata bayi terasa lengket, bersihkan dulu dengan kapas yang dibasahi boorwater atau aquabidest.
3.   Saat membersihkan tali pusat, perhatikan kemungkinan adanya perdarahan, kemerahan, atau kelainan lain.
4.   Memandikan dilakukan sebelum makan atau minum danbukan segera setelah makan karena lambung yang penuh dapat terganggu oleh gerakan pelaksanaan memandikan

 Persiapan Alat Untuk Memandikan Bayi :
1. Perlengkapan umum
a.Ruangan yang cukup hangat
b.Tempat cuci tangan dengan air mengalir
c. Meja bayi
d.      Handuk pengering cuci tangan
e. Keranjang tempat pakaian kotor

2.      Alat-alat medis
a.    Larutan boorwater
b.   Timbangan bayi
c.    Bengkok
d.   Termometer air
e.    Kaps bersih
f.    Kasa bersih

3.      Alat mandi
a.    Bak mandi
b.   Termos berisi air panas
c.    Handuk besar
d.   Waslap 2 buah
e.    Sabun bayi pada tempatnya
f.    Sampo bayi
g.   Cotton bud
h.   Baby oil
i.     Bedak bayi
j.     Sisir
k.   Pakaian bayi (popok/celana bayi, gurita, baju, bedong)

1.Jelaskan kepada ibu tentang tujuan dan prosedur pelaksanaannya
2.Cuci tangan dibawah air mengalir
3.Dekatkan alat-alat dan perkenankan ibu untuk melihat pelaksanaannya
4.Pasang handuk besar, dapat dilipat menjadi dua bagian untuk alas
5.Siapkan baju, popok, gurita terbuka diatas kain bedong, lipat rapi agar mudah dibuka (gurita bagi bayi yang belum lepas tali pusatnya)
6. Siapkan air hangat dengan menuangkan air dingin terlebih dahulu, lalu air panas dalam bak mandi
7.Buka baju bayi seluruhnya, lalu bayi ditimbang berat badannya
8.Selimuti dengan handuk bersih atau kain pembedongnya
9.Pertama, bersihkan mata dengan menggunakan kapas yang dibasahi dengan air aquabidest atau larutan boorwater
10.  Ambil waslap yang sudah dibasahi air hangat diusapkan ke wajah, hidung, telinga, kemudian wajah dikeringkan dengan handuk
11.  Ambil catton buddibasahi baby oil untuk membersihkan lubang hidung dan telinga, perlahan jangan sampai masuk terlalu dalam ke liang telinga dan hidung
12.  Bersihkan kepala dan rambut dengan meratakan larutan sampo bayi ke telapak tangan kita, usapkan ke seluruh kepala bayi
13.  Buka kain pembedong bayi, usapkan waslap yang sudah dibasahi dengan sabun pada badan bayi
14.  Perhatian khusus harus diberikan pada lipatan kulit daerah aksila dan paha
15.  Angakat kaki dengan kuat, masukkan ke dalam bak mandi, bilas rambut dan kepala sampai bersih, lalu bilas dengan waslap bersih yang sudah dibasahi mulai dari dada, lipatan paha, genital sampai ekstremitas. Sambil mengangkat bayi, jepit handuk pengalas bayi dengan kedua jari tangan kiri kita dan memasukan kekeranjang yang sudah disiapkan
16.  Telungkupkan bayi atau miringkan ke kanan dan ke kiri untuk membersihkan punggung dan lipatan bokong sampai bersih. Sambil dibilas, biarkan bayi telungkup di atas telapak tangan ibu agar dapat mengapung dengan anggota gerak terendam didalam air.

17.  Balik posisi bayi sedemikian rupa untuk dibilas badan depan atau dadanya, lalu diangkat dari bak mandi untuk diletakkan diatas handuk kering.
18.   Keringkan seluruh tubuh bayi dengan handuk kering
19.  Bersihkan tunggul tali pusat yang belum lepas dengan kapas, aquabidest.
20.   Bungkus tali pusat dengan kassa bersih dan kering
21.  Kenakan pakaian bayi dan bungkus dengan kain pembedong
22.  Usap tipis-tipis bedak bayi pada daerah wajah
23.  Sisir rambut bayi secara perlahan



Kamis, 28 Mei 2015

anak bidan

PLASENTA MANUAL


Manual plasenta adalah prosedur pelepasan plasenta dari tempat implantasinya pada dinding uterus dan mengeluarkannya dari kavum uteri secara manual yaitu dengan melakukan tindakan invasi dan manipulasi tangan penolong persalinan yang dimasukkan langsung kedalam kavum uteri.

Umumnya manual plasenta dilakukan Bila setelah 30 menit plasenta belum lepas sehingga belum dapat dilahirkan setelah bayi lahir atau jika dalam waktu menunggu terjadi perdarahan yang banyak, plasenta sebaiknya dikeluarkan dengan segera.
Indikasi melakukan plasenta manual:
1. Perdarahan mendadak 400-500 cc
2. Riwayat HPP Habitualis
3. Post Operasiplasenta manual
     a. Transvaginal
     b. Transabdominal
4. Penderita dalam keadaan narkosa atau anesthesia umum
Komplikasi Plasenta manual :
    1. Perforasi
    2. Meningkatnya kejadian infeksi asenden
    3. Tidak berhasil karena perlengkatan plasenta menimbulkan perdarahan yang sulit dihentikan
        Langkah – langkah manual plasenta adalah sebagai berikut :
  •   Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Menyususn alat dan bahan secara                 berurutan sesuai dengan penggunaan (lternati), dan memeriksa kelengkapan serta meletakkan pada tempat yang mudah dijangkau.
  • Memberikan penjelasan pada ibu akan tindakan yang akan dilakukan. Dan mengatur posisi pasien dengan posisi litotomi. Memperhatikan privacy dan kenyamanan ibu.
  • Mencuci tangan hingga siku, dengan air mengalir, dan sbun, kemudian keringkan.
  • Memakai sarung tangan pada kedua tangan dan mengenakan sarung tangan panjang sampai siku pada tangan kanan.
  • Membersihkan daerah perineum dan vulva dengan kapas aseptic dan antiseptic, dan melakukan kateterisasi bila perlu.
  •  Menegangkan tali pusat dengan menggunakan klem, tegangkan secara perlahan, sejajar lantai.
  •  Memasukkan tangan kanan ke dalam vagina secara obstetric dengan menyatukan jari tangan ketika masuk ke dalam vagina, sementara tangan kiri memegang tali pusat, tangan kanan mneyusur tali pusat hingga lokasi plasenta berada.
  •  Melepaskan pegangan tali pusat, dan memindahkan tangan kiri untuk memegang fundus uteri dari luar untuk membantu uterus berkontraksi.
  • Dengan bagian lateral jari – jari tangan kanan, mencari insersi pinggir plasenta, membuka tangan obstetric menjadi seperti memberi salam, jari – jari dirapatkan secara perlahan, gerakan tangan menyisir dengan gerakan ke kanan dan kekiri yang sangat lembut sampai seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim, curigai adanya plasenta akreta. Jika plasenta sulit dilepaskan, siapkan tindakan bedah, kemudian lakukan masase dari luar dengan tangan kiri bila plasenta telah lepas seluruhnya.
  • Menarik plasenta secara hati – hati dengan tangan kanan pada waktu uterus berkontraksi. Dan harus diingat, sebelum mengeluarkan tangan kanan dari jalan lahir, yakinkan tidak ada sisa plasenta yang tersisa pada cavum uteri / melakukan eksplorasi ulangan untuk memastikan tidak ada bagian plasenta yang masih tertinggal.
  • Memindahkan tangan kiri ke supra simfisis untuk menahan uterus pada saat plasenta dikeluarkan.
  • Memeriksa plasenta setelah dilahirkan, lengkap / tidak. Kontraksi uterus.
  • Memberikan 0,2 mg ergometrin IM untuk membantu kontraksi uterus.
  • Memeriksa ibu dan mmelakukan penjahitan bila ada robekan cerviks atau vagina juga episiotomi.
  • Melepaskan semua peralatan dan bahan yang terkontaminasi pada kom yang berisi klorin 0,5%
  • melepaskan sarung tangan secara terbalik dan rendam dalam wadah larutan klorin 0,5%.
  • Mencuci tangan kembali sampai bersih dibawah air mengalir.